PALI – TEROPONGSUMSEL.COM
Kabar menggembirakan datang dari Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Per 19 April 2026, harga karet di tingkat petani melonjak signifikan hingga menembus kisaran Rp13.000 hingga Rp14.000 per kilogram.
Kenaikan ini disebut-sebut dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik global yang berdampak pada lonjakan permintaan, sekaligus memunculkan kekhawatiran terhadap pasokan karet dunia. Selain itu, tren positif di sektor otomotif juga turut mendorong naiknya harga komoditas unggulan tersebut.
Kondisi ini disambut antusias para petani, khususnya di Desa Karang Agung. Mereka mengaku sangat terbantu dengan harga jual yang lebih tinggi, setelah sebelumnya sempat berada di level yang kurang menguntungkan.
“Alhamdulillah, harga karet lokal sekarang jauh lebih baik. Pendapatan kami juga ikut meningkat,” ungkap ZN (42), salah satu petani karet setempat.
Namun di balik kabar baik tersebut, petani masih dihadapkan pada tantangan lain, yakni cuaca yang tidak menentu. Perubahan cuaca ekstrem belakangan ini berdampak langsung pada hasil produksi karet yang cenderung menurun.
“Kadang baru beberapa jam menyadap, sudah turun hujan. Kadang juga panas berlebihan hingga menyebabkan pohon karet mengalami gugur daun berulang dalam pertahun. Akibatnya, hasil panenpun jadi tidak stabil,” tambahnya.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, sebab kenaikan harga belum sepenuhnya diimbangi dengan produksi yang optimal.
Di tengah situasi tersebut, petani berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah pusat maupun daerah melalui program bantuan yang konkret, seperti penyediaan pupuk, peremajaan tanaman, serta dukungan sarana dan prasarana produksi lainnya.
“Tantu dengan dukungan yang tepat, para petani optimistis sektor perkebunan karet di Kabupaten PALI akan terus berkembang dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tukasnya. (Red)
