PLAJU — TEROPONGSUMSEL.COM
Jumat 22 Mei 2026, Di tengah dinamika industri energi yang terus berkembang, menjaga keseimbangan antara operasional perusahaan dan kelestarian lingkungan menjadi komitmen penting yang terus dijalankan PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit III Plaju.
Melalui semangat Harmony with Nature, Sustainable for the Future, Kilang Plaju menghadirkan berbagai program konservasi dan pelestarian lingkungan sebagai langkah nyata mendukung keberlanjutan ekosistem dan keanekaragaman hayati.
Momentum Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia 2026 dimanfaatkan Kilang Plaju untuk memperkuat komitmen dalam menjaga harmoni antara pertumbuhan industri dan keberlangsungan alam. Salah satu fokus utama yang dikembangkan yakni konservasi Ikan Belida, spesies endemik Sumatera Selatan yang kini semakin langka.
Sebagai bagian dari upaya pelestarian, Kilang Plaju telah mengkonservasi benih dan indukan beberapa spesies Ikan Belida dengan total 567 ekor ikan serta berhasil menghasilkan 1.052 telur ikan belida. Program ini tidak hanya bertujuan menjaga populasi ikan endemik, tetapi juga membuka peluang ekonomi masyarakat melalui pengembangan budidaya dan pengolahan hasil perikanan.
Program konservasi tersebut secara perlahan turut membangun kesadaran masyarakat bahwa kelestarian ekosistem perairan memiliki hubungan erat dengan keberlangsungan sumber penghidupan mereka.
Selain konservasi fauna, Kilang Plaju juga menjalankan program penghijauan dan revegetasi di sekitar area operasional perusahaan. Hingga saat ini, sebanyak 6.514 pohon telah ditanam secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas lingkungan, mengurangi emisi karbon, serta menciptakan ruang hijau yang memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan ekosistem sekitar.
Upaya pelestarian lingkungan turut diperkuat melalui pengelolaan Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati) yang berfungsi sebagai kawasan konservasi sekaligus sarana edukasi lingkungan. Kehadiran Taman Kehati menjadi wujud nyata harmonisasi aktivitas operasional kilang dengan perlindungan flora dan fauna lokal.
Tak hanya itu, Kilang Plaju juga mengembangkan program penangkaran rusa sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan satwa serta meningkatkan kesadaran pekerja dan masyarakat terhadap pentingnya perlindungan fauna.
Berbagai program tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek penanganan perubahan iklim, perlindungan ekosistem perairan, dan pelestarian keanekaragaman hayati daratan. Dari perspektif Environmental, Social, and Governance (ESG), program konservasi dan pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan menjadi bentuk sinergi antara keberlanjutan operasional dan kontribusi sosial perusahaan.
Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju, Perliansyah, mengatakan momentum Hari Keanekaragaman Hayati menjadi pengingat penting bahwa keberlangsungan lingkungan harus dijaga melalui langkah nyata dan kolaborasi berkelanjutan.
“Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia menjadi pengingat bahwa menjaga keseimbangan alam merupakan tanggung jawab bersama. Kami percaya keberlanjutan bisnis dan lingkungan harus berjalan beriringan, sehingga berbagai program yang dijalankan Kilang Plaju menjadi bentuk komitmen nyata dalam menghadirkan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Melalui semangat Harmony with Nature, Sustainable for the Future, Kilang Plaju berharap setiap aktivitas operasional tidak hanya mampu menjaga keandalan energi, tetapi juga tetap selaras dengan kelestarian lingkungan demi masa depan yang lebih baik. (Red)
