BANYUASIN – TEROPONGSUMSELCOM Berkat kolaborasi berbagai stakeholder, mulai dari Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa Juru Taro, Ponpes Modern Darul Abror, Korwil Disdikbud Muara Sugihan, hingga tenaga pendidik SDN dan SMPN se-Muara Sugihan, akhirnya pada Juli 2025 lalu, pendidikan mulai menyentuh Dusun Sungai Manan, Desa Juru Taro, Kecamatan Muara Sugihan.
Puluhan tahun sebelumnya, daerah ini nyaris tidak tersentuh pendidikan. Padahal, anak-anak di sana merupakan bagian dari generasi bangsa yang sangat membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah, terutama dalam sektor pendidikan.
Korwil Disdikbud Muara Sugihan, Ponimin, S.Pd., M.Si., mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya mencari solusi, salah satunya dengan menugaskan para pendidik untuk terjun langsung ke wilayah terisolir tersebut.
“Anak-anak bangsa, di manapun mereka berada, berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Inilah ikhtiar kita bersama agar mereka juga tersentuh ilmu dan pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Juru Taro menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah dan semua pihak yang terlibat.
“Kami sangat berterima kasih, karena sejak puluhan tahun anak-anak di Sungai Manan tidak pernah merasakan sekolah. Kini, dengan adanya guru yang ditugaskan, harapan kami generasi di sini bisa lebih baik dan tidak tertinggal,” ungkapnya.
Dengan adanya perhatian ini, diharapkan ke depan akses pendidikan di wilayah-wilayah terisolir lainnya juga dapat diperjuangkan. Sehingga, tidak ada lagi anak bangsa yang tertinggal dari hak dasarnya untuk belajar, berilmu, dan meraih masa depan yang lebih baik. (Diyono/red)