Kepala Desa Tirta Harja Beri Klarifikasi Terkait Proyek Pembangunan Jembatan Produksi Yang Diduga Proyek Siluman

BANYUASIN – TEROPONGSUMSEL.COM Kepala Desa Tirta Harja Kecamatan Muara Sugihan, “Eko Wahyudi” memberikan klarifikasi terkait proyek pembangunan jembatan produksi yang terletak di RT.08 dusun 02 yang diduga proyek siluman, Klarifikasi ini disampaikannya pada Sabtu 20 Desember 2025, sebagai tanggapan atas pemberitaan media ini, Jumat (19/12/2025) yang berjudul. Diduga Proyek Siluman,Pembangunan jembatan usaha tani didesa Tirta Harja Tanpa disertai papan informasi.

Dalam keterangannya, Eko Wahyudi menegaskan bahwa pemberitaan yang beredar tidak benar dan akan memberikan beberapa penjelasan untuk meluruskan informasi yang berkembang.

Menanggapi tuduhan bahwa, pada pembangunan jembatan produksi yang berlokasi di RT.08 Dusun 02 Desa Tirta Harja berjalan tidak transparan, dirinya menyatakan bahwa, seluruh perencanaan dan alokasi anggaran telah melalui mekanisme resmi. Berdasarkan petunjuk tekhnis serta RAB

“Terkait dengan sorotan sejumlah warga yang tidak disebutkan namanya dalam berita yang mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan di Desa Tirta harja yang katanya jauh dari prinsip keterbukaan yang Disampaikan dalam keterangan narasumber tersebut itu tidak benar, Jelas Eko

“Perlu saya jelaskan terkait pemberitaan yang beredar bahwasannya kegiatan pembangunan jembatan produksi yang bersumber dari anggaran dana desa tahun 2025 tahap II, Waktu pengerjaan yang bertepatan dengan musim besawah, sehingga menyebabkan waktu pengerjaan di sesuaikan oleh warga yg mengerjakan setelah masa tabur padi selesai, dan kebetulan kondisi cuaca ekstrem serta debit air pasang tinggi di awal bulan mengakibatkan tertundanya mulai pengerjaan.

Lebih lanjut Eko menjelaskan terkait papan proyek yang belum terpasang terkendala karena terbawa di dalam mobil bertepatan pada saat lagi dinas luar dan ada urusan keluarga.
Ketika nanti ia sudah kembali ke desa maka papan proyek segera akan di pasang pada titik kegiatan, Ungkapnya.

“Eko pun menghimbau kepada masyarakat untuk menyampaikan keluhan atau pertanyaan langsung kepada pemerintah desa agar tidak terjadi kesalahpahaman.

“Kami selalu terbuka terhadap kritik dan saran. Jika ada hal yang perlu diklarifikasi, kami siap menjelaskan secara transparan. Saya mengimbau warga untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar,” tutupnya.

(Dedek Candra)

Related posts

Leave a Comment