PALI – TEROPONGSUMSEL.COM
Di tengah gempuran makanan modern dan instan, Desa Tanjung Kurung, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), tetap setia menjaga warisan kuliner leluhur. Salah satu makanan khas yang hingga kini masih bertahan dan mulai kembali dikenal luas adalah Sagarurung.
Sagarurung bukan sekadar hidangan tradisional, melainkan simbol identitas budaya masyarakat Desa Tanjung Kurung. Makanan ini dibuat berdasarkan resep turun-temurun dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal serta proses pengolahan tradisional yang sarat nilai kebersamaan.
Kepala Desa Tanjung Kurung, Taufik, menuturkan bahwa Sagarurung tidak hanya menjadi lauk pauk sehari-hari bagi masyarakat, tetapi juga kerap disajikan pada momen-momen tertentu, seperti acara adat, hajatan keluarga, hingga perayaan hari besar.
“Rasanya yang khas dan cara pembuatannya yang unik, yakni dengan diasapi menggunakan bara api serta dibumbui rempah-rempah alami tanpa bahan pengawet, menjadikan Sagarurung berbeda dari makanan tradisional lainnya,” ungkap Kades Taufik.(24/12).
Seiring berjalannya waktu, Sagarurung tak hanya berperan sebagai penjaga tradisi, tetapi juga mulai memberi dampak positif bagi perekonomian desa. Sejumlah pelaku UMKM lokal kini mengolah dan memasarkan Sagarurung sebagai produk unggulan desa, baik untuk konsumsi masyarakat lokal maupun sebagai oleh-oleh khas daerah.
“Ini makanan warisan dari orang tua kami. Dari dulu rasanya tidak pernah berubah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Taufik menjelaskan bahwa upaya pelestarian dan pengembangan Sagarurung sejalan dengan semangat membangun desa berbasis potensi lokal. Dengan tetap menjaga cita rasa asli serta proses pengolahan yang higienis, Sagarurung perlahan menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat Desa Tanjung Kurung dan berkontribusi bagi perekonomian Kabupaten PALI secara umum.
“Harapan kami, Semoga sagarurung ke depan bisa dikenal hingga ke kancah internasional,” imbuhnya.
Di akhir perbincangan, Taufik juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati PALI, Asgianto, ST, dan Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji, SH, atas dukungan yang diberikan terhadap pelestarian budaya lokal dan pengembangan UMKM desa.
Sementara itu, Musnaini (50), warga Desa Tanjung Kurung, mengaku telah hampir dua dekade menekuni usaha pembuatan Sagarurung.
”Syukur Alhamdulillah karena sejak lama kuliner khas sagarurung tersebut menjadi sumber penghidupan, sekaligus sarana untuk menjaga warisan kuliner leluhur,” ungkapnya girang.
Sementara itu, salah satu pemerhati budaya lokal menilai keberadaan Sagarurung menjadi bukti bahwa kearifan lokal dapat berjalan beriringan dengan pembangunan ekonomi. Tradisi tetap terjaga, sementara peluang usaha masyarakat terus tumbuh.
“Melalui Sagarurung, Desa Tanjung Kurung tidak hanya memperkenalkan cita rasa khas daerah, tetapi juga menyampaikan pesan kuat bahwa tradisi yang dijaga dengan baik mampu menjadi fondasi ekonomi yang berkelanjutan,” tukasnya. (Red)
Sagarurung Kuliner Khas Desa Tanjung Kurung PALI: Lezat Rasanya, Kuat Tradisinya, Berkembang Ekonominya