BANYUASIN – TEROPONGSUMSEL.COM Viralnya Pemberitaan Pengerjaan fisik Penimbunan jalan penghubung Desa Srimulyo, Kecamatan Air Salek Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan, mendapat Berbagai tanggapan sampai kecaman pun bermunculan usai penayangan mengenai makin kentara nya indikasi korupsi pada pekerjaan fisik dimaksud .
Ardi Juli jurnalis media Detiknews.Com- menduga kuat akan syaratnya indikasi korupsi pada pembangunan tersebut, ia mengecam penimbunan yang dilakukan sangat tipis sehingga lama mudah terlihat belum satu tahun lamanya, Ardi mengatakan hal tersebut layaknya diusut tuntas oleh pihak terkait.(26/12/2025)
“Diduga syarat korupsi, belum lamo tanah nyo menghilang karena penimbunan tipis cor yang lamo kelihatan harus di usut jangan di biarkan…” Kecamnya.
Rosidi KPKtipikornews.com- menilai bahwa ketebalan pada bangunan ini jelas kurang, menurutnya bilamana ketebalan dimaksud sesuai sangat tidak mungkin cor beton sebelumnya sudah terlihat saat ini.
“Kayak nyo ketebalan nyo itu kurang, klu ketebalan nyo pas idak mungkin yang dibawah cepet naek kepermukaan” Nilainya.
Seorang pewarta lainya pun turut pula menimpali dengan penilaian negatif terhadap sang PJ kepala desa yang menjabat, ia menyebut dari kondisi bangunan ini disinyalir sang PJ Kades Srimulyo terlalu mengutamakan keuntungan pribadi sehingga terkesan mengesampingkan kepentingan masyarakat.
“Kalau di lihat pekerjaan tersebut seperti nya kades nya lebih mengutamakan cari untung dari pada kepentingan masyarakat banyak..” timpalnya
Sementara itu Junaidi awak media Suarana.com- yang juga aktif menulis serta kontributor di berbagai media sangat menyayangkan sikap para oknum pejabat terkait pemblokiran nomor WhatsApp seorang jurnalis yang membutuhkan konfirmasi terkait penayangan sebuah berita, Junaidi menyampaikan kasus ini masih kerap ditemui seakan para oknum dimaksud tak pernah mendapatkan pemahaman bahwa menghalangi tugas wartawan dapat kenakan sanksi hukum sesuai ketentuan UU Pers.
“Hal yang sangat disayangkan ialah pemblokiran terhadap nomor WhatsApp seorang wartawan, dan kerap sekali dilakukan oleh oknum pejabat, menurut saya kalau memang tidak merasa salah tindakan pemblokiran ngak perlu dilakukan” ujarnya
(Dedek Candra)