OKI – TEROPONGSUMSEL.COM. Curah hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah perairan ditambah pasang air sungai menyebabkan Desa Banyubiru, Kecamatan Airsugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), terendam banjir sejak Sabtu (10/1/2026). Kondisi tersebut memaksa sebagian warga mengungsi dan mendirikan tenda darurat di badan jalan.
Banjir merendam rumah-rumah warga hingga ketinggian air rata-rata mencapai selutut orang dewasa. Tidak hanya itu, akses jalan desa turut terendam dan rusak, sehingga sebagian besar tidak dapat dilalui kendaraan.

Akibat kondisi tersebut, seluruh kendaraan milik warga terpaksa dipindahkan ke jalan yang lebih tinggi. Sejumlah warga memilih mengungsi karena di dalam rumah terdapat anggota keluarga lanjut usia dan sakit yang tidak memungkinkan bertahan di tengah genangan air.
Hingga Senin (12/1/2026), air belum menunjukkan tanda-tanda surut. Cuaca di wilayah tersebut masih didominasi mendung disertai hujan gerimis yang turun hampir sepanjang hari.

Kepala Desa Banyubiru, Susanto, saat dikonfirmasi awak media melalui WhatsApp membenarkan kondisi banjir tersebut. Ia menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh pasang naik yang berbarengan dengan hujan deras yang turun hampir setiap hari.
“Benar, banjir ini akibat pasang naik ditambah hujan yang terus menerus. Air masuk ke rumah-rumah warga dan jalan desa. Rata-rata ketinggian air selutut orang dewasa, jalan terendam dan sebagian rusak sehingga tidak bisa dilewati kendaraan,” ujar Susanto.
Ia juga mengungkapkan, saat ini terdapat empat kepala keluarga (KK) yang terpaksa mendirikan tenda darurat di depan rumah mereka karena genangan air sudah memasuki rumah.
“Ada empat KK yang membuat tenda di jalan depan rumahnya karena rumah mereka dimasuki air pasang naik, ditambah curah hujan yang deras,” tambahnya.

Pemerintah Desa Banyubiru, lanjut Susanto, telah menyiapkan tenda desa serta memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok bagi warga terdampak.
“Untuk perlengkapan tenda sudah kami siapkan dari desa.
Ketersediaan sembako Alhamdulillah cukup. Kami juga terus melakukan pemantauan dan siaga, termasuk menyiapkan tenaga kesehatan apabila terjadi gangguan kesehatan pada warga,” tegasnya.
Warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah dan instansi terkait untuk penanganan banjir serta perbaikan infrastruktur jalan yang rusak akibat genangan berkepanjangan.
Fitriyani