Anggaran Diubah, Jalan Diperpanjang: Sidomulyo 20 Pacu Pemerataan Pembangunan di Tengah Sorotan Publik dan Kendala Cuaca

BANYUASIN – TEROPONGSUMSEL.COM Pembangunan infrastruktur di Desa Sidomulyo 20, Kecamatan Muara Padang, kini menjadi sorotan setelah pemerintah desa melakukan perubahan anggaran pada APBDes Perubahan 2025. Meski begitu, perubahan ini justru memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat karena panjang jalan yang dibangun bertambah hampir 1,5 kali lipat dari rencana awal.(6/12/2025)

Awalnya, desa mengalokasikan anggaran Rp335.795.760 untuk pembangunan jalan berbahan koral dengan target sepanjang 1.200 meter, lebar 3 meter, dan ketebalan 10 cm. Pada Tahap I, pekerjaan koral yang telah terealisasi mencapai 360 meter, menggunakan anggaran Rp102.988.000.

Namun, kondisi lapangan, pemerataan pembangunan, dan masukan masyarakat memaksa pemerintah desa melakukan evaluasi. Melalui Musyawarah Desa bersama BPD serta perwakilan masyarakat, disepakati bahwa pembangunan Tahap II diubah ke tanah merah agar jangkauannya lebih luas.

Dengan perubahan tersebut, anggaran Tahap II senilai Rp232.807.760 dialihkan menjadi pembangunan jalan tanah merah sepanjang 1.560 meter, tetap dengan spesifikasi lebar 3 meter dan ketebalan 10 cm. Jalan itu dibagi menjadi dua titik prioritas:

760 meter di Dusun 4,
760 meter di Dusun 2.

Kepala Desa Sidomulyo 20, Ali Suharmoko, menegaskan bahwa keputusan ini tidak sembarangan dan dilakukan melalui forum resmi desa.

“Keputusan ini murni untuk pemerataan. Material tanah merah memungkinkan pembangunan lebih panjang sehingga manfaatnya dirasakan dua dusun sekaligus. Semua disepakati dalam musyawarah dengan BPD dan masyarakat,” ujarnya.

“Pengerjaan sudah dimulai sejak 19 November 2025. Tapi curah hujan tinggi membuat alat berat dan pemadatan tidak maksimal. Bukan kami hentikan, tapi harus menunggu kondisi memungkinkan,” jelasnya

Warga desa menyambut baik langkah pemerataan, namun tetap berharap proses percepatan dilakukan saat cuaca mulai membaik.

“Kami setuju jalan ini diperpanjang. Dusun kami memang butuh akses yang layak. Hujan memang gangguan, tapi kalau cuaca cerah, kami harap pekerjaan lanjut cepat. Jangan sampai mangkrak.”

“Perubahan anggaran ini bagus karena hasilnya lebih banyak. Yang penting transparan dan selesai tepat waktu. Jalan ini sudah lama ditunggu.”

Pergantian material dari koral ke tanah merah tentu mengundang perhatian publik. Sejumlah warga menilai perubahan ini perlu dijelaskan secara terbuka, terutama terkait perbandingan volume, kualitas, dan kemanfaatannya.

Transparansi itu penting. Kalau perubahan anggaran memberikan dampak lebih luas, itu bagus. Tapi pemerintah desa harus memastikan pengerjaan tetap berkualitas, jangan karena tanah merah kemudian dianggap kurang kuat.”

Hingga saat ini, progres pembangunan masih berlanjut, namun sangat bergantung pada kondisi cuaca. Material tanah merah yang butuh pemadatan berlapis membuat pekerjaan sulit dilakukan saat intensitas hujan tinggi.

Pemerintah desa memastikan pekerjaan akan dilanjutkan segera setelah kondisi memungkinkan.

Fitriyani

Related posts

Leave a Comment