Diduga Proyek Siluman, Pembangunan Jembatan Usaha Tani Didesa Tirta Harja Tanpa Disertai Papan Informasi

BANYUASIN, TEROPONGSUMSEL.COM,-Proyek pembangunan jembatan usaha tani yang berlokasi di RT 08 Dusun 02 Desa Tirta Harja Kecamatan Muara Sugihan Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan baru-baru ini menarik perhatian warga terkait proyek pembangunan jembatan usaha tani tersebut tidak di sertakan papan informasi.

Pantauan dilokasi ditemukan hal mencolok proyek Jembatan usaha tani tersebut tidak adanya papan nama proyek yang biasanya menjadi identitas dan informasi penting bagi masyarakat. Pekerjaan proyek pembangunan jembatan usaha tani yang sedang dikerjakan saat ini diduga menyimpang dari aturan yang berlaku dan spesifikasi.

Proyek tidak disertai papan informasi ini sering disebut sebagai proyek siluman, karena minimnya transparansi yang diinformasikan ke Publik perihal sumber anggaran darimana, APBN atau APBD dan berapa volume dan nilainya kontrak, dari Dana desa atau Bantuan Keuangan (BK).

Dalam konteks, pembangunan proyek jembatan usaha tani di RT 08 Dusun 02 Desa Tirta Harja, proyek ini diharapkan nantinya dapat digunakan warga untuk akses pulang pergi ke sawah atau kebun. Dengan adanya pembangunan proyek jembatan usaha tani ini, akan lebih terarah dan mengurangi dampak negatif terhadap jalan tersebut.

Absennya papan nama proyek menjadi sorotan utama. Papan nama proyek berfungsi sebagai sumber informasi mengenai nama proyek, anggaran, pelaksana, dan waktu penyelesaian.

Proyek pembangunan jembatan usaha tani yang tanpa informasi ini, masyarakat merasa terabaikan dan khawatir tentang transparansi penggunaan anggaran. Ini juga menimbulkan spekulasi mengenai kualitas dan kelayakan proyek tersebut.

Masyarakat berhak mengetahui siapa yang bertanggung jawab dan berapa besar dana yang diinvestasikan untuk proyek ini.

Warga sekitar yang tidak mau disebut namanya mengungkapkan, keprihatinan mereka. Banyak dari mereka yang menuntut kejelasan mengenai proyek ini, mengingat pentingnya Jembatan akses warga. Rasa ketidakpastian ini menciptakan ketidakpercayaan terhadap kepala desa dan pihak-pihak yang terlibat lainnya,” jelas warga yang enggan mau disebut namanya, Jumat (19/12/2025).

“Sebagian besar warga berharap pemerintah desa setempat dapat segera memberikan penjelasan dan memasang papan nama informasi proyek untuk meningkatkan transparansi.

Dalam menghadapi situasi ini, pengawasan dari pemerintah kecamatan maupun kabupaten sangat penting. Proyek-proyek seperti ini harus melalui proses evaluasi yang ketat agar tidak terjadi penyalahgunaan anggaran,” Ucapnya.

Dengan adanya pengawasan yang baik, proyek jembatan di RT 08 Dusun 02 Desa Tirta Harja, Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin diharapkan dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Proyek jembatan ini menjadi contoh nyata dari pentingnya transparansi dalam setiap proyek pembangunan. “Masyarakat perlu dilibatkan dan diberikan informasi yang jelas untuk memastikan keberhasilan proyek ini,” pungkasnya.

Dalam pantauan tim media dilokasi proyek, terlihat dugaan–dugaan bahan material yang berada dilokasi seperti pasir dan batu koral tidak sesuai dan juga besi yang digunakan tidak standar dan kwalitas nya kurang bagus.

Dalam ilmu sipil, Rencana Kerja dan Syarat (RKS) merujuk pada dokumen yang menjelaskan ketentuan, spesifikasi teknis, dan persyaratan yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi. Dokumen ini memberikan panduan yang jelas tentang cara kerja, standar yang harus dipenuhi, serta bahan dan metode yang harus digunakan untuk memastikan hasil konstruksi sesuai dengan desain dan spesifikasi yang telah disepakati.

“Saat dikonfirmasi Kasi PPD Kecamatan Muara Sugihan “A. Fauzi S.P” Mengatakan Setiap kegiatan fisik ada sketsa di RAB nyo, disitu dijelaskan berapa panjang, lebar dan tebalnya. Dalam waktu dekat ini kami kecamatan akan melaksanakan Monev kegiatan DD tahap II.

Sementara hingga berita ini diterbitkan Kepala Desa Tirta Harja “Eko Wahyudi” Bungkam tidak mau menjawab konfirmasi dari awak media terkait pembangunan jembatan usaha tani tersebut, Namun awak media terus berupaya untuk konfirmasi pada pihak-pihak terkait.

(Dedek Candra)

Related posts

Leave a Comment