PALI – TEROPONGSUMSEL.COM
Meningkatnya aktivitas truk batu bara yang melintasi jalan desa Prambatan, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI, menuai keresahan dari warga dan sejumlah tokoh pemuda setempat. Truk-truk tersebut kerap melaju dengan kecepatan tinggi, bahkan dalam keadaan kosong, sehingga dianggap membahayakan pengguna jalan lainnya.
Tokoh Pemuda Desa Prambatan, Rino Karim, menyampaikan bahwa perilaku ugal-ugalan para sopir truk menjadi pemicu kekhawatiran masyarakat.
“Mobil batu bara itu sering ngebut di jalan desa. Ini sudah sangat meresahkan warga,” ungkapnya.
Puncak kekhawatiran warga terjadi pada Selasa (15/4/2025), saat sebuah bus yang tengah mengangkut rombongan pengantin mengalami kecelakaan lalu lintas. Peristiwa tersebut diduga terjadi akibat bus berpapasan dengan truk batu bara yang melaju kencang di jalan sempit.
Rino, yang juga merupakan anggota organisasi Pemuda Pancasila (PP), menegaskan bahwa pihaknya bersama sejumlah elemen masyarakat akan menggelar aksi damai dalam waktu dekat.
“Sebelumnya sudah ada kesepakatan antara warga dan pihak perusahaan seperti PT Abani Andalus Energi (AAE) dan PT Golden Blossom Sumatra (GBS), bahwa truk batu bara mereka dilarang melintasi jalan permukiman, baik dalam keadaan bermuatan maupun kosong. Tapi perjanjian itu diabaikan begitu saja,” jelasnya.
Aksi yang direncanakan juga akan membawa sejumlah tuntutan, termasuk mendesak pihak perusahaan bertanggung jawab atas insiden kecelakaan yang terjadi. Selain itu, warga mempertanyakan pembangunan flyover yang hingga kini belum terealisasi, serta diduga menyimpan sejumlah kejanggalan hukum.
“Pembangunan flyover inilah yang patut kami pertanyakan. Ironisnya, terdapat indikasi pelanggaran terhadap izin AMDAL yang seharusnya menjadi dasar hukum proyek tersebut. Hal-hal ini akan menjadi sorotan utama dalam aksi damai nanti,” tegas Rino. (TIM)