Puskesmas Air Itam PALI Kekurangan Nakes, Sudarto Sentil Kadinkes: Bisa Kerja Enggak?

PALI — TEROPONGSUMSEL.COM
Kekosongan tenaga kesehatan di Puskesmas Air Itam, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), kembali menjadi sorotan. Kondisi tersebut dinilai mulai berdampak terhadap kualitas pelayanan kesehatan yang diterima masyarakat.

Salah satu persoalan yang mencuat yakni hingga kini posisi pemegang program Penyakit Respiratori Kronis (PRB) di Puskesmas Air Itam belum terisi. Kondisi ini dikeluhkan sejumlah pasien yang harus menempuh perjalanan ke Pendopo, PALI, untuk mendapatkan obat.

Namun, berdasarkan penelusuran media ini, persoalan kekosongan tenaga di Puskesmas Air Itam disebut bukan hanya terjadi pada pemegang program PRB. Sejumlah posisi lainnya, seperti tenaga apoteker, sanitasi, gizi hingga tenaga perawat di Unit Gawat Darurat (UGD), juga disebut mengalami kekurangan.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan manajemen sumber daya manusia di fasilitas kesehatan yang menjadi salah satu ujung tombak pelayanan masyarakat di wilayah Air Itam.

Tokoh Pemuda PALI, Sudarto Darto, pun angkat bicara keras. Ia mempertanyakan respons Dinas Kesehatan PALI dalam menangani kekurangan tenaga kesehatan tersebut.

“Bisa kerja enggak Kadinkes PALI? Kok banyak sekali kekosongan di Puskesmas Air Itam sampai berpengaruh terhadap pelayanan kepada masyarakat,” tegas Sudarto, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, persoalan kekurangan pegawai di Puskesmas Air Itam bukan baru kali ini disampaikan. Ia mengaku sudah berulang kali menyuarakan agar Pemerintah Kabupaten PALI melalui Dinas Kesehatan segera mengisi posisi yang kosong.

“Melihat kejadian ini, saya menilai Kadinkes tidak peka terhadap kebutuhan Puskesmas Air Itam. Padahal, sudah sering saya sampaikan agar kekurangan dan kekosongan pegawai segera diisi supaya tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sudarto menilai pemerintah daerah tidak boleh membiarkan persoalan kekurangan tenaga kesehatan berlarut-larut. Sebab, dampaknya bukan sekadar persoalan administrasi kepegawaian, tetapi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Ia pun meminta Bupati PALI, Asgianto, memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut dan mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Kesehatan PALI.

“Saya meminta kepada Bapak Bupati PALI Asgianto agar mengevaluasi kinerja Kadinkes. Jika memang diperlukan, ganti dengan pejabat yang benar-benar peka terhadap kebutuhan masyarakat, cepat merespons keluhan, dan mampu memastikan pelayanan kesehatan tidak terganggu,” tegasnya.

Sudarto berharap persoalan tersebut segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret, terutama pengisian tenaga pada posisi-posisi yang kosong dan kurang, sehingga pelayanan di Puskesmas Air Itam dapat berjalan optimal dan masyarakat tidak lagi harus menghadapi kesulitan hanya untuk mendapatkan pelayanan maupun obat.

Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya meminta tanggapan dari Dinas Kesehatan PALI dan pihak terkait mengenai kondisi kekosongan dan kekurangan tenaga kesehatan di Puskesmas Air Itam. (Red).

Related posts

Leave a Comment