BANYUASIN — TS.COM // Pemandangan memprihatinkan terlihat di kawasan Simpang Sri Menanti, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Seorang pria lanjut usia (lansia) ditemukan terlantar dan diduga mengalami kebingungan atau kehilangan ingatan. Ironisnya, hingga kini belum diketahui secara pasti siapa keluarga yang mencarinya.
Lansia tersebut diketahui beberapa kali terlihat berada di sekitar kawasan tersebut tanpa tujuan yang jelas. Saat diajak berkomunikasi, pria tersebut mengaku berasal dari Sungsang, namun belum mampu memberikan keterangan lengkap mengenai identitas maupun alamat keluarganya.
Informasi tersebut diperoleh pewarta TeropongSumsel.com, Fitriyani, setelah berkomunikasi dengan pemilik warung di kawasan Simpang Sri Menanti, Kecamatan Tanjung Lago, Minggu (6/9/2026). Menurut keterangan pemilik warung, keberadaan lansia tersebut bukan baru sekali terlihat. Ia disebut sudah cukup lama berada di sekitar kawasan tersebut dan beberapa kali tampak berjalan maupun berkeliling tanpa arah yang jelas.
Kondisi tersebut membuat warga sekitar merasa prihatin. Di sisi lain, warga mengaku serba salah untuk mengambil tindakan lebih jauh karena belum mengetahui identitas, alamat, maupun keluarga lansia tersebut.
Kini, seorang lansia berada dalam kondisi yang membutuhkan uluran tangan. Tanpa pendamping dan tanpa diketahui siapa keluarganya, keberadaannya dikhawatirkan semakin tidak terpantau apabila tidak segera mendapat penanganan dari pihak berwenang.
Warga berharap pemerintah desa dan Kecamatan Tanjung Lago dapat segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial, aparat kepolisian, maupun pihak terkait untuk memastikan kondisi lansia tersebut, memberikan tempat yang aman, serta membantu menelusuri identitas dan keberadaan keluarganya.
Apabila benar lansia tersebut berasal dari Sungsang, informasi ini diharapkan dapat menjadi perhatian masyarakat di wilayah Sungsang dan sekitarnya. Bisa jadi ada keluarga yang tengah mencari keberadaannya.
Penanganan cepat diperlukan bukan hanya untuk memastikan keselamatan lansia tersebut, tetapi juga untuk mengembalikannya kepada keluarga apabila identitas dan pihak keluarga berhasil ditemukan. (Fitriyani).
