BANYUASIN – TEROPONGSUMSEL.COM
Pembangunan gedung Satuan Pelayanan Pamenuhan Gizi (SPPG) di Desa Saleh Jaya terus menunjukkan kemajuan signifikan. Hingga akhir September 2026, progres fisik bangunan tersebut telah mencapai sekitar 90 persen dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir Oktober atau awal November tahun 2026.
Pemilik Dapur SPPG Saleh jaya “Erik Perdana,” mengungkapkan bahwa proses pembangunan berjalan lancar sesuai dengan perencanaan. Peletakan batu pertama dilakukan pada Juni 2026 di Desa Saleh Jaya, Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin.

“Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan progres pembangunan sudah mencapai sekitar 90 persen dan berjalan cukup baik serta lancar,” katanya kepada wartawan, Selasa (29/09/2026).
Menurut Erik, gedung SPPG tersebut dibangun di atas lahan seluas 15 x 30 meter persegi.
“Kita menargetkan pembangunan bisa selesai antara akhir Oktober hingga awal November 2026. Mudah-mudahan semua berjalan sesuai rencana,” ungkapnya.
Erik menjelaskan bahwa selain fokus pada konstruksi bangunan, pihaknya juga mempersiapkan dengan matang sarana penunjang dan sistem pengelolaan di dalam gedung. Mulai dari peralatan dapur modern, prosedur pengolahan makanan bergizi (MBG) hingga pengawasan keamanan pangan (food security) yang mengutamakan higienitas dan kelayakan konsumsi.
“SPPG ini nantinya bukan hanya soal bangunan, tetapi juga soal pelayanan yang berkualitas. Kami sudah menyiapkan prosedur ketat, termasuk rapid test bagi petugas dan pengawasan keamanan pangan untuk memastikan gizi yang disajikan tetap terjaga,” jelasnya.
Erik menambahkan, kehadiran SPPG ini diharapkan menjadi bagian penting dalam mendukung program Bapak Presiden Prabowo Subianto, khususnya pemenuhan gizi masyarakat dan anak-anak di wilayah kabupaten Banyuasin khususnya kecamatan air salek.
“Harapan kami, keberadaan gedung SPPG ini bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain menjadi sarana pendukung pelayanan makan bergizi, SPPG juga berperan dalam meningkatkan perhatian terhadap kesehatan dan gizi masyarakat di Bumi Sedulang Setudung,” tutupnya. (Dedek Candra)
