Penyuluhan IP 200 di Lahan Sawah Lalan, Kades Diding Tekankan Transparansi Pupuk & Kekompakan Petani

Musi Banyuasin – TEROPONGSUMSEL.COM
Kegiatan penyuluhan pertanian dan penanggulangan hama digelar Kelompok Tani Sri Gading P7 di areal IP 200, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (30/4/2026). Agenda ini menjadi bagian penting dari upaya peningkatan produktivitas padi sekaligus penguatan ketahanan pangan berbasis desa.

Penyuluhan menghadirkan para petani, pengurus kelompok tani, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta Kepala Desa Diding. Fokus materi mencakup tata kelola budidaya yang baik, ketepatan penggunaan pupuk, strategi pengendalian hama terpadu, dan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem sawah agar hasil panen maksimal serta berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Diding menekankan bahwa pertanian bukan sekadar aktivitas menanam dan memanen, melainkan tanggung jawab bersama yang menuntut kejujuran, disiplin, dan pengelolaan yang benar.
“Petani adalah tulang punggung desa.

Jika pertanian kita kuat, ekonomi masyarakat ikut kuat. Jangan sampai terjadi kekeliruan dalam pengelolaan bantuan, pupuk, maupun pembagian hasil. Semua harus transparan, adil, dan mengutamakan kepentingan petani,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pengendalian hama tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Serangan organisme pengganggu tanaman yang dibiarkan di satu petak sawah, kata dia, akan berdampak ke hamparan lainnya.
“Musuh petani bukan hanya hama, tapi juga kelalaian dan kurangnya kekompakan.

Jika kita kompak, saling mendukung, dan mengikuti arahan penyuluh, hasil panen pasti lebih baik. Jangan tergoda keuntungan sesaat yang justru merugikan masa depan pertanian,” ujarnya.

Kades Diding mengajak anggota kelompok tani untuk menjaga semangat gotong royong, disiplin dalam pola tanam, serta bijak menggunakan sarana produksi pertanian agar program IP 200 benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani.

Menurutnya, keberhasilan pertanian tidak hanya diukur dari banyaknya hasil panen, tetapi dari meningkatnya kesejahteraan keluarga petani secara nyata.

Para petani menyambut positif kegiatan ini dan berharap penyuluhan serupa dapat dilaksanakan secara rutin. Mereka menilai pendampingan teknis yang berkelanjutan sangat dibutuhkan agar wawasan bertani semakin berkembang dan produktivitas meningkat.

Melalui kegiatan ini, Kelompok Tani Sri Gading P7 diharapkan mampu menjadi contoh praktik pertanian yang maju, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat fondasi pertanian di Kecamatan Lalan. (J.H)

Related posts

Leave a Comment