Selain Keluhkan Pustu Rusak Parah, Warga Pengabuan PALI Kini Soroti Listrik Lemah: Pompa Air & AC Tak Berfungsi Optimal

PALI – TEROPONGSUMSEL.COM
Belum reda keluhan warga terkait kondisi fasilitas kesehatan di Desa Pengabuan, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI, yang sangat memprihatinkan. Lantaran bangunan Pusat Kesehatan Pembantu (Pustu) setempat dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah dan dinilai dapat membahayakan keselamatan petugas medis maupun masyarakat yang datang berobat.

Di tengah persoalan tersebut, warga Desa Pengabuan juga mengeluhkan kondisi pasokan listrik yang dinilai belum stabil dan telah berlangsung cukup lama. Dengan rendahnya daya serta fluktuasi tegangan listrik disebut berdampak pada aktivitas rumah tangga, usaha masyarakat, hingga pelayanan publik di desa tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sabtu (23/5), keluhan ditemukan di sejumlah titik permukiman warga hingga fasilitas umum, termasuk lingkungan sekolah dan kantor pelayanan desa.

Sejumlah warga menyebut persoalan tersebut bukan hal baru. Mereka mengaku sudah berulang kali menyampaikan laporan serta usulan kepada pihak terkait, termasuk kepada PLN, namun hingga kini belum melihat perubahan yang dirasakan secara langsung.

Dalam penelusuran di lapangan, ditemukan sejumlah kondisi yang dikeluhkan warga, mulai dari infrastruktur jaringan yang dinilai belum memadai, adanya tiang listrik yang telah lama terpasang tetapi belum dilengkapi jaringan kabel, hingga kapasitas penyaluran yang disebut belum mampu memenuhi kebutuhan beban listrik di wilayah tersebut.

Dampak yang paling dirasakan warga adalah ketidakstabilan tegangan yang disebut kerap mengganggu penggunaan peralatan elektronik rumah tangga.

Keluhan serupa juga disampaikan pada sektor pelayanan publik. Di Kantor Kepala Desa Pengabuan Timur, kondisi kelistrikan disebut membatasi operasional fasilitas pendukung pelayanan.

“Dari empat unit AC yang terpasang, hanya satu yang bisa digunakan karena keterbatasan daya listrik,” ungkap salah satu perangkat desa Pengabuan Timur.

Padahal, menurut warga dan perangkat desa, fasilitas pendingin ruangan menjadi kebutuhan penting terutama saat pelaksanaan rapat dan pelayanan masyarakat yang melibatkan banyak orang.

Bahkan seringkali mengakibatkan kerusakan peralatan elektronik warga dan tidak dapat menghidupkan mesin pompa air setelah jam 16.00 wib atau jam beban puncak.

“Susah untuk menggunakan mesin pompa kalau sudah jam 4 sore, karena posisi jam beban puncak,” katanya.

Warga berharap persoalan kelistrikan ini mendapat perhatian serius dari pihak PLN.

Mereka meminta adanya pemasangan jaringan dan penambahan daya trafo agar kualitas pasokan listrik dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung pelayanan publik secara optimal.

“Harapannya pihak PLN agar dilakukan pemasangan jaringan kabel besar dan penambahan daya trafo”, pungkasnya.

Hingga laporan ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak PLN terkait kondisi jaringan. (Red)

Related posts

Leave a Comment