Hampir Tiga Bulan Keluhkan Pengambilan Obat Rutin, Pasien Kronis Puskesmas Air Itam PALI Harus ke Talang Ubi

PALI — TEROPONGSUMSEL.COM
Pelayanan obat rutin di Puskesmas Air Itam, Desa Air Itam, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, dikeluhkan masyarakat. Sejumlah pasien dengan penyakit kronis disebut kesulitan mendapatkan obat yang biasa mereka konsumsi.

Kondisi itu disebut telah berlangsung hampir tiga bulan. Pasien yang mengalami darah tinggi, diabetes, penyakit jantung hingga pasien lanjut usia disebut diarahkan mengambil obat ke fasilitas kesehatan lain di wilayah Talang Ubi.

Keluhan itu disampaikan salah seorang tokoh masyarakat Air Itam yang meminta identitasnya dirahasiakan sebut saja Mak Raje kepada awak media, Minggu (13/9/2026).

Mak Raje (nama samaran) mengatakan persoalan tersebut dirasakan sejumlah warga, khususnya pasien yang membutuhkan obat secara rutin.

“Dipuskesmas Air Itam masalah ngambik ubat, dak bacok (tidak bisa), harus ke RS Pendopo,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut bukan baru terjadi beberapa hari. Menurutnya telah mengalami kesulitan memperoleh obat rutin dari Puskesmas Air Itam selama hampir tiga bulan.

“Sudah hampir tiga bulan ini kejadiannya, macet puskes ikak,” tegasnya.

Ia mengaku prihatin karena pasien yang membutuhkan pengobatan secara berkala harus menempuh jarak lebih jauh hanya untuk mendapatkan obat.

Kondisi itu dinilai cukup membebani, terutama bagi pasien lanjut usia dan penderita penyakit kronis yang membutuhkan kesinambungan pengobatan.

“Kasihan pasien yang sudah tua. Mereka seharusnya bisa mendapatkan obat rutin di fasilitas kesehatan terdekat, tidak harus pergi jauh hanya untuk mengambil obat,” ujarnya.

Mak Raje berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten PALI terkhusus Dinas Kesehatan. Ia juga meminta DPRD PALI turun tangan untuk memastikan penyebab terganggunya pelayanan obat di Puskesmas Air Itam.

“Kami minta kepada pemerintah daerah, DPRD agar segera menyelesaikan persoalan ini,” tegasnya.

Mak Raje meminta agar keluhan masyarakat tersebut perlu segera mendapat penjelasan terbuka dari Dinas Kesehatan PALI maupun pihak Puskesmas Air Itam.

“Masyarakat perlu mengetahui apakah persoalan tersebut berkaitan dengan ketersediaan stok obat, distribusi, pengadaan, administrasi pelayanan, atau persoalan lainnya,” tegasnya.

Menurut Mak Raje, obat untuk pasien penyakit kronis bukan sekadar kebutuhan pelayanan biasa. Keterlambatan atau terputusnya obat rutin berdampak fatal bagi kehidupan masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Puskesmas Air Itam dan Dinas Kesehatan PALI belum memberikan keterangan terkait keluhan masyarakat tersebut. (Red)

Related posts

Leave a Comment