Pertamina Drilling: AI Bantu Deteksi Dini Bahaya dan Tingkatkan Produktivitas Rig

JAKARTA – TEROPONGSUMSEL.COM
Transformasi digital kini bukan lagi sekadar tren di industri migas, melainkan menjadi kebutuhan penting untuk memperkuat keselamatan kerja dan meningkatkan efisiensi operasional. Menjawab tantangan tersebut, PT Pertamina Drilling Services Indonesia menegaskan komitmennya dalam memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) guna mendukung penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) serta Process Safety Management (PSM) di sektor pengeboran migas.

Komitmen itu disampaikan Direktur Utama PT Pertamina Drilling Services Indonesia, Avep Disasmita, saat menjadi pembicara dalam Seminar “Peran Artificial Intelligence Mendukung Penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) & Process Safety Management (PSM) di Industri” yang berlangsung di Hotel Bidakara, Rabu (21/5).

Dalam paparannya, Avep menjelaskan bahwa perkembangan teknologi AI telah membuka peluang besar bagi industri pengeboran untuk meningkatkan aspek keselamatan, efisiensi operasional, hingga pengambilan keputusan berbasis data secara real-time.

“Penerapan AI di lingkungan rig Pertamina Drilling menjadi salah satu langkah transformasi perusahaan dalam meningkatkan standar keselamatan dan produktivitas operasi pengeboran. Teknologi ini membantu proses monitoring, predictive maintenance, hingga mitigasi risiko kerja secara lebih cepat dan akurat,” ujar Avep.

Ia mengatakan, implementasi AI di sektor pengeboran juga mampu mendukung pengawasan penggunaan alat pelindung diri (APD), analisis potensi bahaya, hingga deteksi dini terhadap kondisi tidak aman di area kerja.

Menurutnya, transformasi digital melalui AI bukan hanya menjadi kebutuhan industri modern, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan operasi migas yang lebih andal, aman, dan berkelanjutan.

“Industri migas menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Karena itu, pemanfaatan AI menjadi solusi strategis untuk memperkuat budaya safety sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, VP HSSE Pertamina Drilling, Mas Rakhmatsyah, menegaskan bahwa penerapan AI dalam sistem HSSE dapat membantu perusahaan melakukan pengawasan dan analisis risiko secara lebih komprehensif.

“AI dapat membantu proses identifikasi potensi bahaya lebih dini, mempercepat investigasi insiden, serta meningkatkan efektivitas implementasi SMK3 dan PSM di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi berbasis AI juga mendukung terciptanya budaya keselamatan kerja yang lebih adaptif dan berbasis data.

Seminar tersebut turut menghadirkan sejumlah pemimpin industri energi nasional yang berbagi pengalaman terkait transformasi digital dan penerapan teknologi di sektor energi. Hadir sebagai pembicara Direktur Utama Pertagas Indra Pehulisa Sembiring serta Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Taufik Adityawarman.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi era industri berbasis teknologi sekaligus memperkuat implementasi keselamatan kerja di lingkungan industri nasional. (Red).

Related posts

Leave a Comment