PALI – TS.COM // Warna biru perlahan kembali menghiasi langit Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Kabut asap yang sempat menyelimuti wilayah tersebut selama beberapa bulan terakhir mulai menghilang seiring turunnya hujan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.
Selama musim kemarau tersebut, langit PALI nyaris tak berwarna. Matahari tampak samar tertutup asap, jarak pandang terbatas, sementara aroma kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti udara. Kondisi tersebut tak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga membuat warga kesulitan bernapas dengan nyaman.
Di tengah kondisi tersebut, Tim Fire Fighting Pertamina EP (PEP) Adera Field tak tinggal diam. Mereka berjibaku di lapangan, berulang kali turun langsung membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kabupaten PALI dan Kabupaten Muara Enim.
Tercatat, sejak Agustus hingga 30 Oktober 2026, PEP Adera Field telah menerjunkan tim pemadam kebakaran sebanyak 24 kali untuk membantu penanganan karhutla.
Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran pemadaman di antaranya Desa Purun Timur, Desa Abab, Desa Pengabuan Timur, Desa Tanah Abang, dan beberapa wilayah lainnya.
Upaya pemadaman tersebut dilakukan secara bersama-sama dengan masyarakat, pemerintah daerah, serta berbagai pihak terkait guna mencegah api meluas dan mengurangi dampak kebakaran terhadap lingkungan maupun permukiman warga.
Manager PEP Adera Field, Adam Syukron Nasution, mengatakan bahwa keterlibatan perusahaan dalam penanganan karhutla merupakan salah satu bentuk kepedulian dan kontribusi nyata kepada masyarakat di sekitar wilayah operasi.
“Di tengah upaya memenuhi kebutuhan energi nasional, PEP Adera Field juga berupaya selalu hadir serta memberi dampak positif terhadap masyarakat sekitar. Pemadaman karhutla dalam beberapa waktu terakhir menjadi salah satu upaya pengamanan dan juga bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat,” ujar Adam Syukron Nasution, (6/10/2026).
PEP Adera Field yang merupakan bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 (PHR Zona 4) secara konsisten menyiagakan Tim Fire Fighting untuk mengantisipasi potensi kebakaran.
Pada musim kemarau tahun ini, tim tidak hanya fokus melakukan pemadaman karhutla di sekitar fasilitas produksi, tetapi juga turut membantu penanganan kebakaran yang terjadi di dekat permukiman masyarakat sekitar wilayah operasi perusahaan.
“Untuk mendukung kesiapsiagaan tersebut, PEP Adera Field menyiagakan 10 personel pemadam kebakaran yang dibagi dalam dua sif setiap hari. Selain itu, perusahaan juga menyiagakan tim Site Emergency Response Team (SERT) di kantor field maupun di sejumlah fasilitas produksi.” tambahnya.
Dari sisi peralatan, kesiapan penanganan kebakaran didukung berbagai sarana pemadam, di antaranya satu unit mobil pemadam kebakaran (fire truck) berkapasitas 7 ton air dan 1 ton foam, satu unit trailer fire pump berkapasitas 1.500 GPM, tiga unit portable fire pump berkapasitas 500 GPM, sembilan unit fixed fire pump, serta kolam penampungan air yang tersedia di delapan titik fasilitas produksi.
Keterlibatan PEP Adera Field dalam membantu pemadaman karhutla pun mendapat apresiasi dari masyarakat setempat.
Sementara itu, Kepala Desa Tanah Abang Jaya, Kecamatan Tanah Abang, M. Bambang Krisna, menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan perusahaan dalam menangani kebakaran yang terjadi di perkebunan milik warga.
“Kami Pemerintah Desa Tanah Abang Jaya, Kecamatan Tanah Abang, mengucapkan terima kasih atas bantuan penyiraman kebakaran yang terjadi di perkebunan warga beberapa waktu yang lalu,” ungkapnya.
Meski kondisi kabut asap mulai berangsur membaik seiring turunnya hujan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan, PEP Adera Field memastikan kesiapsiagaan tetap menjadi prioritas.
Personel dan berbagai peralatan pemadam kebakaran tetap disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga keamanan fasilitas produksi sekaligus mendukung perlindungan lingkungan dan keselamatan masyarakat di sekitar wilayah operasional. (Red)
