PALI – TEROPONGSUMSEL.COM
Belum usai polemik mengenai izin operasional Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Aburahmi di Desa Panta Dewa, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, yang hingga kini disebut belum terbit, sementara aktivitas pabrik dilaporkan telah berlangsung sekitar satu bulan dan menjadi sorotan publik, kini muncul keluhan baru dari warga sekitar.
Warga yang bermukim di sekitar pabrik mulai mengeluhkan munculnya bau tak sedap yang diduga berasal dari aktivitas pengolahan limbah PKS. Keluhan tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terhadap potensi dampak lingkungan dan kesehatan, sekaligus dinilai menambah daftar persoalan yang mengiringi operasional pabrik tersebut.
Keluhan salah satu warga yang mengaku mencium aroma menyengat, terutama pada waktu-waktu tertentu. Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan pengecekan untuk memastikan sumber bau tersebut.
Tokoh pemuda PALI Kaisar Napoleon meminta instansi terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PALI, turun langsung ke lapangan guna melakukan verifikasi dan pengujian terhadap tersebut.
“Setiap keluhan masyarakat mengenai dugaan dampak lingkungan wajib ditindaklanjuti melalui pengawasan oleh instansi yang berwenang,” ungkapnya (6/8/26).
Menurutnya, regulasi lingkungan mewajibkan setiap pelaku usaha mengelola limbah agar tidak menimbulkan pencemaran atau gangguan bagi masyarakat.
“Hasil pengawasan instansi pemerintah tersebut menjadi dasar untuk menilai kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari dinas terkait dan pihak perusahaan terkait keluhan warga tersebut. (TIM)
