MUBA – TEROPONGSUMSEL.COM
Program ketahanan pangan Desa Sri Gading Kecamatan Lalan pada tahun 2025 lalu telah mengembangkan budidaya ayam petelur. Program ini sebagai langkah strategis memperkuat kemandirian pangan desa serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kepala Desa Sri Gading, Kaerudin menuturkan, program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah desa dalam menciptakan desa yang mandiri secara pangan dan berdaya secara ekonomi.

“Pengelolaan ketahanan pangan difokuskan pada Kelompok Tani Sri Agung yang di ketuai oleh “Mad Jumingin”, sehingga pengelolaannya lebih terstruktur serta dapat memberikan hasil yang maksimal dan dinikmati secara merata oleh seluruh masyarakat desa,” ungkap Kaerudin, Rabu (09/09/2026).
Kaerudin juga menuturkan, sebagai tahap awal kemaren, budidaya ayam petelur itu dilakukan di satu lokasi yang telah ditetapkan, yakni di RT 05 Dusun 01. Dengan total populasi ayam sebanyak lebih kurang 300 ekor ayam petelur.
Untuk pengerjaan kandang dirancang secara khusus dengan rasio satu ayam per unit untuk menjaga produktivitas telur. Adapun progres Seluruh pembangunan hingga pengelolaan dilakukan dengan melibatkan warga sekitar.
“Program ini bukan hanya soal produksi telur, tapi juga pemberdayaan masyarakat. Semua proses melibatkan masyarakat, dan jika berhasil, akan kami replikasi di titik lain pada tahun berikut nya,” jelasnya.
Dari sisi ketahanan pangan budidaya ayam petelur ini menghasilkan sekitar 150 butir telur per hari. Selain memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, telur-telur tersebut juga akan dipasarkan melalui jaringan distribusi desa, mendukung ketersediaan pangan bergizi yang terjangkau.
“Dengan hitungan yang matang dan keterlibatan masyarakat, kami ingin program ini menjadi model yang dapat direplikasi. Jika berhasil, tahun depan kami siapkan lokasi baru agar lebih banyak warga yang terlibat,” tambah Kaerudin.
Melalui pendekatan berbasis kolaborasi tersebut, diharapkan budidaya ayam petelur ini dapat memperkuat ketahanan pangan dari tingkat paling dasar serta mendorong roda perekonomian desa agar lebih meningkat, Pungkasnya.
(Dedek Candra)
